Keimanan seorang Muslim dan menjadi orangtua ABK
Banyak dari orangtua yang saya temui selain membicarakan program anak, terkadang tersilip pembicaraan dari hati ke hati, yang akhirnya berujung kepada informasi bahwa mereka sering kali lupa untuk sholat / ibadah, karena terlalu sibuk, bahkan dalam satu hari ada aja sholat yang tertinggal. Belum lagi sholat sunnah yang belum bisa di jalanin.
Orangtua lebih sibuk memikirkan/ memastikan semua berjalan sesuai dengan rencananya, dari bangun pagi hingga tidur, dari makan anak sampai hal yang tidak penting. kecemasan yang tinggi biasanya hanya terjadi pada orang yang terbiasa mengontrol / mengatur segalanya, sehingga ketika ada hal yang tidak berjalan dengan rencananya maka timbullah panik.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munaafiqun: 9).
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Buraidah, ia berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW berkhutbah, tiba-tiba datang al-Hasan dan al-Husain (yang masih kecil) mengenakan pakaian berwarna merah, keduanya berjalan-jalan yang kadang-kadang terjatuh, maka beliau turun dari mimbar dan mengangkat mereka berdua lalu bersabda:a benar Allah dan Rasul-Nya, (Allah SWT berfirman), “Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian adalah cobaan.” Saya memandangi kedua anak ini berjalan dan terjatuh, maka saya tidak sabar hingga saya memotong pembicaraan dan mengangkat mereka (karena rasa sayang beliau).’” Diriwayatkan juga oleh para penulis kitab Sunan. Imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits hasan gharib.
Apapun yang kita miliki di dunia ini adalah cobaan sesungguhnya atas keimanan kita, bahkan anak kita. Several besar kecintaaan kita terhadap anak hendaknya tidak membuat kita lupa akan kecintaaan terhadap Allah yang memberikan kita anak yang kita cintai.
Surah Luqman Ayat 22
وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
Namun ayat diatas menegaskan walaupun semua yang ada di dunia bahkan anak adalah cobaan, namun semua itu akan mudah kalau saja kita beriman kuat, Allah bersama kita, maka berkesudahan semua urusan.
Kita tidak bisa mengontrol hidup kita sepenuhnya, hidup kita adalah milikNya, maka berserahlah, namun tetap berusaha, jangan pernah mengandalkan diri sendiri atau orang lain, semudah itu saya mengatakan maka semudah itu dilakukan, Allah hanya sejauh doa, maka Ia akan datang dengan segera. Allah selalu dekat dengan kita, saatnya kita dekat dengan Allah.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)
JanjiNya tidak pernah ingkar, karena segala cobaan yang kita hadapi pastinya bisa kita lewati, Allah tidak akan memberikan cobaan lebih dari Kekuatan kita, sering mendengar kalimat ini, namun kita belum mengimani kalimat tersebut. Sampai kapan kita akan mengandalkan diri sendiri. Kalau masih galau, kalau masih menangis, kalau masih ada sesak dan beban didada, artinya kita belum mengatakan bahwa 'Hai masalah seberapa besarpun kamu, aku memiliki Allah yang lebih besar' , ucapkan dengan lantang, dengan keberanian dan dengan keimanan.
Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Ankabut 5)
Mari kita kembali menjadwalkan me time bersama Allah, bukan hanya sekedar melakukan sholat wajib 5 waktu namun esensi pertemuan singkat tersebut yang kita maksimalkan dengan berserah penuh dan berpengharapan mutlak hanya padaNya.
Berharaplah hanya pada Allah.
Salam Bagimu sahabat sesamaku.
Note:
Ayat diatas saya kutip dari pencarian di Google apabila ada kesalahan penulisan dan artian, berikan informasi ke saya untuk di perbaiki, tidak ada niat untuk menistakan ayat diatas, tujuan semata mata hanya ingin memberikan penguatan kepada orangtua abk yang Muslim.
Salam

Comments