top of page
Search

Karena kita si pengguna jasa

Mar 7, 2021
3 min read

Taking care your therapist... Ini lebih dalam maknanya, saya coba cari padanannya dalam bahasa Indonesia, menjalin hubungan baik dengan terapis.. Menurut saya sedikit berbeda makna... Mungkin ada yang bisa bantu..

Intinya yang saya ingin bagikan adalah, Kalau kita punya terapis dan tentunya kita akan membayar jasa mereka sesuai kesepakatan entah dengan pihak klinik atau secara personal, namun ada yang kadang terlupakan oleh orangtua, yaitu taking care of them..

Kenapa harus taking care, bukankah hubungannya murni bisnis jasa, ya... Ada benarnya, namun terapis itu long term business relationship, minimal 2 tahun, jadi menjaga mereka untuk tetap betah itu penting.

Terlihat mudah namun sebenarnya sulit, terutama ketika kita sebagai pengguna jasa harus menelan ego dan mengalah, walaupun kita berhak penuh terhadap jasa yang sudah kita bayarkan. Seberapa sering orangtua yang mengalami pergantian terapis padahal sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjalanin hubungan baik, seberapa sering merasa di hianati dengan tiba-tiba berhenti dan bekerja di klien yang kita kenal, atau terapis yang sudah di training tiba-tiba berhenti karena ingin mendapatkan lebih.

Memang tidak semua bisa kita kontrol atau awasi, namun kita bisa preventif dengan taking care of them, terapis juga manusia biasa yang bisa kadang pusing karena masalah pribadi yang akhirnya terbawa ke pekerjaan, jadi ada baiknya klien bisa menawarkan mereka cuti sehari untuk menyegarkan pikiran dengan konsekuensi kita yang harus me ngurus anak namun ke depannya kita memiliki hubungan yang terbuka dengan terapis, atau ketika kita melihat peforma terapis menurun ada baiknya kita mengadakan diskusi yang santai menanyakan apakah ada masalah pribadi atau beban kerja yang berlebihan, atau dalam kondisi lainnya.

Ketika kita berkomitmen memiliki terapis artinya kita berkomitmen atas hal lain, seperti penggajian, evaluasi dan diskusi sehingga kita menjadi konsumen yang bertanggung jawab. Kita harus bisa dekat namun tidak terlalu dekat, hanya sebatas yang di perlukan.

Yang dapat klien lakukan adalah: 1. Mengadakan diskusi mingguan dengan terapis mengenai program, kendala, hambatan - - - sering kali, terutama yang menggunakan jasa terapis secara personal, lupa untuk menanyakan hambatan sedangkan terapis berjuang terus melakukan hal yang sama sehingga membuat anak dan terapisnya terbeban, kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya terhadap terapis dan merayakan kemajuan dari sesi, ini tidak kalah penting karena ketika kita merayakan kemajuan sesi bukan hanya karena kita senang anak maju tapi memberikan sedikit sense of pride kepada terapis atas apa yang dia telah lakukan.

2. Kalau kita memiliki lebih dari 1 terapis, maka kita harus tau betul kedua karakter, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan masing masing, dan bagaimana mereka bisa mengoptimalkan kemampuan mereka dengan Saling mengisi - - - akan sangat mengkhawatirkan Kalau semua itu kita serahkan kepada institusi yang menaungi terapis karena bisa jadi performa mereka berbeda di tiap tiap klien.

3. Menyediakan yang menjadi kebutuhan mereka, seperti jam istirahat, jam sholat, minum dan makan ( bagi yang kerja fulltime). Semua hal tersebut dapat kita sepakati bersama sebelum menggunakan jasa dan secara berkala kita harus mengevaluasinya, sehingga kita mencegah timbulnya rasa tidak nyaman hanya karena hal yang tidak inti namun tidak kalah penting sebagai point pertimbangan terapis berhenti bekerja dengan kita. Tidak sedikit terapis yang bercerita mereka berhenti karena tidak mendapatkan jatah libur di tanggal merah, atau di minta kerja di waktu harusnya dia libur, ada yang karena tidak mendapatkan akses untuk sholat, ada karena kesulitan mendapatkan akses terhadap makanan atau minuman padahal sesi sampai seharian.

Perlu di ingat ketika kita menjalankan keputusan untuk menggunakan jasa terapis baik secara personal maupun lewat institusi maka subjeknya adalah anak, maka ego kita harus menjadi nomor kesekian, hal ini untuk menghindari konflik yang hanya akan menguras waktu dan energi.

Ayooooo, kita tingkatkan kemampuan komunikasi kita terhadap terapis, kemampuan interpersonal kita untuk menjalin dan membaca hubungan dengan orang lain, dan terakhir mau terlibat... Mau berkomitmen

Menjadi orangtua saja sudah berat apalagi menjadi orangtua dengan berkebutuhan khusus, menjadi orangtua berkebutuhan khusus saja sudah sangat berat apalagi menjadi orangtua berkebutuhan khusus yang mau menjaga ego dan kestambilan metal serta harus belajar, nope it's never going to be easy as long as we don't make change within ourselves.

Salam Peduli Anak Berkebutuhan Khusus

Note: Harusnya ada catatan tanggung jawab penjual jasa.... Supaya berimbang... Let this be this one for now..

 
 
 

Recent Posts

See All
Obat

Ketika seseorang memakan obat, biasanya dikarenakan ada keluhan atau gangguan, kalau gangguan cukup berat maka biasanya harus ke dokter...

 
 
 
Ada 4 ibu bertanya soal IQ...

Pendapat saya sangat personal, bukan pendapat dari sisi praktisi. Perkembangan IQ dipengaruhi: 1. Asupan makanan 2. Fungsi otak yang...

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

2019 - 2025 by Indonesia Mengajar ABK

bottom of page