top of page
Search

Guru

Aug 10, 2021
2 min read

Guru biasanya lebih suka ngajarin orang yang ga bisa daripada orang yang belum selesai dengan dirinya, dan bukan lebih senang ngajarin yang pinter2 saja, tapi biasanya yang pinter itu udah selesai dengan dirinya, tidak lagi langsung menelan sebuah informasi, tidak lagi berdasarkan katanya, tidak lagi mendengar gosip, dan tidak termakan saran yang belum dia kros cek sendiri. Guru biasanya detail, jadi kalau malas ga akan nyambung, di suruh ngerjain PR ga ngerjain, di tegur bilang galak, di suruh tanya ga tanya, di tegur bilang galak, dan lebih parah lagi, ngomong galaknya ke orang lain, biasanya yang kasih informasi juga ga akan dipercaya jadi keduanya akan masukkan ke list. Yang malas biasanya pas di cek, setiap postingan orang di like dan komen, ternyata waktunya lebih banyak habis di media sosial, guru juga mengecek orang yang sedang belajar. So, guru juga seleksi orang yang mau diajarin. Belajar itu harus datang dari keinginan diri, bukan karena rame2 ikut, belajar itu juga harus mengisi diri bukan cuman nunggu di isi, belajar itu harus dengan mencoba/ mempraktekkan jadi bukan hanya hapalan. Kejadian lucu, Ada orangtua minta diajari, nanya dulu ke orangtua lain, gimana dengan guru A apakah galak, biaya berapa, dll. Biasaya, biaya itu beda2 tergantung kemampuan individunya, kalau soal galak atau engga itu persepsi, pengalaman si A belum tentu di terjemahkan sama dengan persepsi kita sendiri. So, jangan ngandelin katanya, terjebak nanti. Si A membagikan pengalamannya mengenai guru yang diikuti, seperti ini dan itu, si B percaya dan si B menyampaikan ke si C, dan seterusnya dan akhirnya semua percaya si guru seperti itu padahal, ngobrol lama aja belum pernah, apalagi curhat, padahal pengalaman A adalah pengalaman pribadi yang bisa jadi akan berbeda dengan yang lain, dan ketika A membagikan pengalamannya tidak bisa di hindari ada kepentingan dirinya di dalamnya ( kemungkinan bisa jadi dia tidak ingin anda pintar atau dia ingin guru itu hanya untuknya ). Kalau kata ayah saya, seperti kapas yang di hembus angin, akan sangat sulit untuk di kumpulkan kembali begitulah arti sebuah kata yang keluar dari mulut. Namaste, mari mengenali diri lebih dalam lagi.

 
 
 

Recent Posts

See All
Obat

Ketika seseorang memakan obat, biasanya dikarenakan ada keluhan atau gangguan, kalau gangguan cukup berat maka biasanya harus ke dokter...

 
 
 
Ada 4 ibu bertanya soal IQ...

Pendapat saya sangat personal, bukan pendapat dari sisi praktisi. Perkembangan IQ dipengaruhi: 1. Asupan makanan 2. Fungsi otak yang...

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

2019 - 2025 by Indonesia Mengajar ABK

bottom of page